Tampilkan postingan dengan label potensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label potensi. Tampilkan semua postingan

22/09/13

Sengkarang, Riak Kehidupan Lebakbarang

Salah satu sungai yang berada di wilayah Lebakbarang adalah Sungai Sengkarang. Daerah aliran Sungai Sengkarang adalah salah satu daerah aliran sungai yang berada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Sungai Sengkarang dengan panjang 51,5 km mengalir dari selatan ke utara dan bermuara di Laut Jawa. Sungai Sengkarang mempunyai dua anak sungai di hulu yang terletak di Kecamatan Petungkriyono dan Lebakbarang. Kedua anak sungai tersebut kemudian menyatu di daerah perbatasan antara Kecamatan Wonopringgo dan Kedungwuni. Bagian hulu Sungai Sengkarang adalah kawasan hutan lindung dan pertanian, bagian tengah Sungai Sengkarang adalah kawasan permukiman, pertanian, pertambangan non mineral, perikanan dan industri, sedangkan bagian hilir Sungai Sengkarang adalah kawasan permukiman dan perikanan.

Sungai Sengkarang di wilayah Lebakbarang masih terbilang terpelihara dengan baik. Kegiatan penduduk di hulu sungai tidak membawa dampak yang begitu merusak. Hal ini berbeda dengan kegiatan penduduk di bagian tengah dan hilir. Dibagian tengah dan hilir, kegiatan rumah tangga dan industri memberikan dampak yang cukup menurunkan kualitas daerah aliran sungai.

Kegiatan memancing menjadi kegiatan yang menarik untuk dilakukan di aliran Sungai ini. Beberapa penduduk di sekitar Kapundutan dan Bantarkulon juga melakukan penambangan pasir. Penambangan dilakukan dengan cara sederhana, sehingga tidak berakibat perusakan yang parah.

Aliran sungai ini juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik bagi desa di sekitar Sengkarang. Aliran listrik PLN hanya menjangkau sebagian kecil desa di kecamatan, sehingga warga banyak mengusahakan listrik dengan mandiri. Dengan kincir yang bikin perorangan atau dengan pembangunan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) dari Bantuan Provinsi yang dikelola oleh desa.

Di Desa Bantarkulon bahkan direncanakan akan dibangun PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro) dengan kapasitas 7 Megawatt yang akan dibangun oleh grup PT Tamaris Hydro. Hasil dari pembangkit ini akan disuplai ke jaringan PLN.

Demikian penting peran Sungai Sengkarang sehingga upaya untuk menjaga kualitas aliran sungai ini perlu mendapat perhatian dari sekarang. Ada gerakan masyarakat yang menamakan Paguyuban Peduli Sengkarang yang mulai memperhatikan persoalan kondisi Sengkarang. Upaya menjaga sungai dari tangan tangan tak bertanggung jawab perlu terus dilakukan dan melibatkan berbagai pihak.
Mancing di Sungai Sengkarang

Ikan dari sungai 

Tempat rekreasi

13/09/13

Mitos dan Fakta Madu

Madu tawon liar dari hutan di Desa Mendolo


Salah satu hasil alam unggulan di Kecamatan Lebakbarang adalah madu. Madu dari lebah liar, baik tawon gung maupun lanceng cukup terkenal di daerah Pekalongan. Desa Mendolo menjadi salah satu desa yang memasok madu tawon liar. 


Bicara masalah madu, banyak sekali teori di masyarakat untuk menakar keaslian dan kualitas sebuah madu. Sayang sebagian besar salah kaprah. Beberapa mitos terkait hal tersebut antara lain:


Mitos : Madu asli tidak dikerubungi semut
Fakta : Tidak betul. Fakta berbicara, semut sering menjadi masalah bagi peternak lebah. Tapi semut memang tidak menyukai madu tertentu yang rasanya terlalu asam.

Mitos : Madu tidak akan basi
Fakta : Semua madu yang disimpan tidak dalam penyimpanan yang disegel akan menyerap kelembaban dari udara dan bisa menjadi basi. Kalau disegel dengan baik dan disimpan dalam temperatur ruagan, barulah tidak akan basi.

Mitos : Jangan minum madi yang sudah mengkristal
Fakta : Perubahan bentuk tidak mengubah kualitas dan nutrisi madu.

Mitos : Pasien diabetes tidak boleh minum madu.
Fakta : Madu aspal kadang ditambah gula, dan sebaiknya dihindari. Tapi madu alami masih bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes. madu memiliki indeks glikemik rendah yang artinya sehat diserap darah.

Mitos : Kualitas madu tergantung warnanya.
Fakta : Tidak betul, setiap madu tergantung sumber bunganya sehingga warnanya akan berbeda-beda.

Mitos : Kuning telur akan matang jika dicampur madu asli.
Fakta : Sebenarnya kuning telur bukan matang, tapi hanya mengumpal (koagulasi). Itu adalah reaksi ketika sifat asam dari madu bercampur dengan protein dan lemak dari kuning telur.      

10/09/13

Curug Cinde

Keindahan alam yang tersembunyi

Curug Cinde 


Curug Cinde atau air terjun Cinde merupakan salah satu objek wisata alamiah yang terdapat di Kecamatan Lebakbarang tepatnya di Desa Depok. Desa Depok sendiri kira – kira 24 km dari Kecamatan Karanganyar.
Perjalanan menuju objek wisata ini kita akan disuguhi pemandangan alam yang sangat mempesona dan masih asri. Perjalanan melewati tengah hutan yang penuh dengan suara serangga – serangga serta jalan pegunungan yang berkelok – kelok dan juga penuh dengan tanjakan serta turunan dan gemericik suara air sungai hingga suasana alam pedesaan khas daerah pegunungan lengkap dengan suasana kehidupan masyarakatnya.

Perjalanan menuju curug Cinde dapat ditempuh dengan sepeda motor ataupun bisa menumpang menggunakan kendaraan mobil bak terbuka atau masyarakat setempat biasa menyebutnya mobil “doplak”.

Untuk menuju Curug Cinde yang terletak di Kecamatan Lebakbarang tepatnya di Desa Depok bila dari Kota Pekalongan kita bisa menggunakan jasa bus ataupun angkutan pedesaan dari Terminal Pekalongan menuju Kecamatan Karanganyar.

Dari perempatan Karanganyar tepatnya di depan Kantor Kecamatan Karanganyar atau dari pasar Karanganyar bisa menggunakan mobil bak terbuka atau biasa disebut “doplak” menuju Kecamatan Lebakbarang ataupun bisa langsung menuju Desa Depok dengan jarak kira – kira 10 Km dari kota Kecamatan Lebakbarang.

Perjalanan dari Karanganyar menuju Kecamatan Lebakbarang juga melalui jalan desa Lolong, yaitu sebuh desa yang terkenal dengan penghasilan durian. Di sini juga terdapat wahana arung jeram.

Perjalanan ke Curug Cinde dari Desa Depok hanya dapat ditempuh dengan jalan kaki karena akses ke sana hanya berupa jalan setapak. Dengan jarak kurang lebih 2,5 km atau kuarang lebih 2 jam jalan kaki. Meskipun perjalanan yang kita lewati sebelum sampai ke lokasi air terjun adalah jalan setapak namun pemandangan yang disuguhkan selama kita berjalan menuju lokasi Curug Cinde bisa menjadi salah satu bidikan kamera untuk diabadikan dalam gambar. Sebelum samapi ke Curug Cinde kita akan ketemu air terjun Curg Silengsar.
Lokasi curug Cinde memberikan kita pemandangan yang khas daerah pegunungan, bebatuan besar dan berserakan dimana-mana khas daerah jalur air, pepohonan tinggi yang menjulang ke angkasa, suara gerasnya air terjun berjatuhan dari tebing yang tinggi. 

Selain menikmati indahnya ciptaan Tuhan yang terletak di desa yang berbatasan langsung dari Kabupaten Banjarnegara ini kita pun dapat menikmati alam pedesaan yang masih sangat asri.

Masih terdapat beberapa pembangkit listrik tenaga air (kincir air) yang digunakan oleh warga depok khususnya untuk memenuhi kebutuhan penerangan sehari – hari mereka. Selain itu kita pun dapat menikmati hijaunya pemandangan sawah yang baru akan menguning ataupun sekedar mampir dan sowan ke rumah penduduk desa dan ramah – ramah untuk sekedar mampir untuk menikmati kopi khas Lebakbarang, yaitu kopi buatan sendiri yang cara pembuatanya masih ditumbuk menggunakan alat penumbuk tradisional yang juga merupakan salah satu hasil mata pencaharian para penduduk Kecamatan Lebakbarang bila musim panen telah tiba.
Di Desa Depok, kita juga bisa mengunjungi peninggalan cagar budaya berupa batu berbentuk lumpang, yang oleh masyarakat sekitar disebut Watu Lumpang.

Curug Cinde 29/09/13

Agustus 2013.doc
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...