20/10/16

VISI MISI KECAMATAN



VISI :

Dengan memperhatikan Tugas Pokok dan Fungsi yang dimiliki serta kondisi dan potensi yang diinginkan ke depan, maka visi Kecamatan  Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, adalah :
‘“Mewujudkan Masyarakat Lebakbarang Yang Maju, Berkesejahteraan dan Bermartabat Yang Berbasis Pada Kearifan Lokal”. 

 

MISI :

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka dapat dijabarkan dalam misi adalah sebagai berikut:
1.   Mendorong SDM masyarakat Lebakbarang agar semakin berdaya guna, aktif dan kreatif sesuai dengan potensi lokal dan mampu bersaing untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,
2.   Menciptakan iklim yang kondusif untuk mendukung kreatifitas masyarakat Lebakbarang agar lebih aman, nyaman, tentram dan bermartabat sesuai dengan kearifan lokal,
3.   Mendukung dan ikut serta memfasilitasi upaya peningkatan sarana prasarana umum yang lebih memadai dalam rangka mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat lebakbarang,
4.   Mendorong tercukupinya sarana prasarana penerangan jalan dan pemukiman penduduk untuk menunjang aktifitas dan kreativitas masyarakat Lebakbarang,
5.   Mendorong sikap mental masyarakat Lebakbarang untuk semakin tanggap darurat terhadap kemungkinan munculnya gangguan alam sehingga mampu melakukan upaya pencegahan, antisipasi dan mengatasi dengan segera,
6.   Mengupayakan peningkatan sarana prasarana kantor dan rumah dinas Kecamatan Lebakbarang sebagai pusat kegiatan pelayanan masyarakat agar lebih representatif
.

OBYEK WISATA BARU di Lebakbarang

CURUG KUWUNG INDAH




MOTTO KECAMATAN

KAMI SIAP MELAYANI DENGAN :
"CERIA"
1.CEPAT
2.EFISIEN
3.RAMAH
4.INOVATIF &
5.AKUNTABEL

27/12/13

Pelatikan Kades Lebakbarang

Pengambilan Sumpah
Kepala Desa Lebakbarang, Kecamatan Lebakabrang Kabupaten Pekalongan hari ini Jumat (27/12/2013) dilantik oleh Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, M.Si di Balai Desa Lebakbrang. Kades Lebakbarang terpilih dan dilantik adalah Sapto Priyono, yang menggantikan penjabat Kepala Desa Lebakbarang Nur Iman, yang juga Sekretaris Desa Lebakbarang.

Serah Terima Jabatan
Bapak Sapto Priyono setelah dilantik memberikan sambutannya rasa terimakasihnya kepada seluruh warga masyarakat karena telah diberi kesempatan dan kepercayaan untuk melaksanakan kewajiban memajukan Desa Lebakbarang dan akan menjalankan program sesuai visi misi yang telah disusunnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Pekalongan dalam sambutannya mengharapkan agar Kades yang baru dilantik dapat mempersiapkan diri karena sejak sekarang menjadi bapak bagi warga Desa Lebakbarang. Bupati juga berharap agar kades terpilih segera menyesuaikan diri, dan mau belajar dari para pendahulunya. Dijelaskannya pula bahwa sekarang Suparno bukan lagi padagang sapi, tetapi seorang Kepala Desa yang tentunya memikul tanggungjawab yang besar di pundaknya.

Terkait dengan Tahun 2014 sebagai tahun politik karena pelaksanaan Pemilu, Bupati berpesan kepada Kepala Desa untuk menyikapi hal ini dengan baik. Dan dengan ditetapkan Undang Undang tentang Desa yang nantinya desa akan mengelola dana yang lebih besar, beliau berpesan agar bisa dikelola dengan baik jangan sampai terjadi permasalahan.

29/11/13

Juara I Lomba Tertib Administrasi Kecamatan


Piagam Penghargaan dari Bupati Pekalongan
Untuk yang keempat kali berturut-turut Kecamatan Lebakbarang berhasil mempertahankan prestasi di bidang administrasi perkantoran. Lomba tertib administrasi kecamatan diikuti oleh sebanyak 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Sejak Tahun 2009, Kecamatan Lebakbarang meraih Juara I.

Piagam Penghargaan diserahkan Bupati Pekalongan pada waktu Upacara Peringatan HUT ke 42 Korpri di Alun-Alun Kajen.

06/11/13

Lomba Tertib Administrasi Kecamatan

Tim dan staf kecamatan 

Hari ini tim dari Kecamatan dikunjungi Tim Penilai Administrasi Kecamatan. Tim terdiri dari unsur Bagian Pemerintahan, Bagian Hukum, Bagian Aset, Bagian Pembangunan, Badan Kepegawaian Daerah, Bapermas PM & KB, Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah, Kanperpus & Arpsida.

Tim menilai/ melakukan verifikasi administrasi kecamatan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk meningkatkan tertib administrasi kecamatan di Kabupaten Pekalongan.

30/10/13

Musim Hujan Datang, Tingkatkan Kewaspadaan

Musim penghujan telah datang. Datangnya hujan yang dibarengi dengan angin kencang perlu diwasapadai. Pohon tumbang dan longsor bisa kapan saja terjadi.
Lebih baik diantisipasi, daripada ada korban.
Pohon tumbang di Mendolo


Di sekitar Alur Kuwuk

27/10/13

Pilkades di Bulan Oktober

Hari Minggu, 27 Oktober 2013 di Kecamatan Lebakbarang dilaksanakan Pilkades di tiga desa yaitu Depok, Tembelanggunung dan Kapundutan. Pilkades berjalan lancar, walaupun menjelang tengah hari mulai turun hujan lebat.

Desa Depok
Kehadiran pemilih 73 % dari 450 pemilih. Suara sah sejumlah 262 dan suara tidak sah 66.
Pilkades dimenangkan oleh Bejo Susilo dengan gambar Ketela dengan perolehan suara 250, mengalahkan Romsah dengan gambar Padi yang memperoleh suara 12.

Desa Tembelanggunung
Kehadiran pemilih 49 % dari 1099 pemilih. Suara sah sejumlah 499 dan suara tidak sah 41.
Pilkades dimenangkan oleh Slamet dengan gambar Padi dengan perolehan suara 405, mengalahkan Arum Diyono dengan gambar Ketela yang memperoleh suara 94.

Desa Kapundutan
Kehadiran pemilih 92 % dari 315 pemilih. Suara sah sejumlah 250 dan suara tidak sah 40.
Pilkades dimenangkan oleh Sugeng dengan gambar Ketela dengan perolehan suara 227, mengalahkan Warnadi dengan gambar Padi yang memperoleh suara 23.

Bilik suara di TPS Kapundutan

Warga memasukan kartu suara

Kotak suara mulai dibuka untuk penghitungan suara

Penghitungan suara 

25/10/13

Tiga Jabatan Perangkat Desa Wonosido Kosong


Sebanyak tiga jabatan perangkat desa di Desa Wonosido saat ini kosong. Jabatan tersebut adalah Kaur Keuangan, Kaur Umum dan Polisi Desa. Kedua jabatan kaur kosong karena usia dan jabatan Polisi Desa kosong karena pejabat lama menjadi Kades.

Sugito, Kades Wonosido yang baru dilantik tanggal 9 Oktober membentuk Panitia Pengangkatan Perangkat Desa Lainnya (P3DL). Panitia tersebut bertugas untuk menyelenggarakan pengangkatan perangkat desa melalui ujian.

P3DL yang dibentuk berjumlah tujuh orang dari unsur perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa.

16/10/13

Undian Gambar Calon Kepala Desa Bulan Oktober

Tahapan pilkades untuk bulan Oktober sudah sampai pada Penetpan Calon Kepala Desa dan Pengundian Tanda Gambar Calon Kepala Desa. Pilkades bulan Oktober di Kecamatan Lebakbarang dilaksanakan di Desa Depok, Tembelanggunung dan Kapundutan. Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) melaksanakan rapat pleno untuk menyelengarakan kgiatan tersebut.

Bertempat di Balai Desa Depok. Jumlah pemilih 450 orang. Calon Kades 2 orang.
Nomor 1. RUMSAH - Gambar Padi
Nomor 2. BEJO SUSILO - Gambar Ketela
Desa Depok

Bertempat di Balai Desa Tembelanggunung. Jumlah pemilih 1.099 orang. Calon Kades 2 orang.
Nomor 1. SLAMET- Gambar Padi
Nomor 2. ARUM DIYONO - Gambar Ketela
Desa Tembelanggunung

Bertempat di Balai Desa Kapundutan. Jumlah pemilih 315orang. Calon Kades 2 orang.
Nomor 1. SUGENG- Gambar Padi
Nomor 2. WARNADI - Gambar Ketela
Desa Kapundutan

15/10/13

Penyaluran Hewan Kurban dari Pemkab

Selasa, 15 Oktober di Balai Desa Tembelanggunung dilaksanakan penyaluran hewan kurban oleh Wakil Bupati Pekalongan. Hewan kurban berupa seekor sapi yang diterima oleh Penjabat Kepala Desa Tembelanggunung.

Dalam dialog dengan warga banyak disampaikan aspirasi warga terkait infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.



Perbaikan Gorong Gorong Kaliwadas

Pengecoran jembatan gorong gorong Kaliwadas

Sebelum perbaikan

10/10/13

Pelantikan Kades

Rabu, 9 Oktober 2013 Sdr. Sugito dilantik menjadi Kades Wonosido, Sdr. Kaliri menjadi Kades Mendolo dan Sdr. Cahyusup menjadi Kades Bantarkulon. Pelantikan dilaksanakan serentak sebanyak 95 Kepala Desa (Kades) terpilih dilantik oleh Bupati Pekalongan - Drs. H. Amat Antono, M.Si. Mereka diambil sumpah dan dilantik di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan.

Bupati Pekalongan mengucapkan terimakasih kepada seluruh komponen yang terlibat dalam proses Pilkades, karena bukanlah hal yang mudah baik secara teknis maupun moral untuk melaksanakan pesta demokrasi dalam waktu serentak di 95 desa.
Bupati juga mengingatkan agar semua perbedaan yang ada pada saat proses Pilkades diakhiri, dan saatnya kini untuk menyatukan langkah membangun Pekalongan yang lebih baik.

Tak lupa Bupati menekankan pentingnya mengedepankan keteladanan, karena menjadi Kades berarti menjadi Bapak dan ibunya orang satu desa. Menjadi Kades juga berarti ada kewajiban untuk mengelola pemerintahan, apapun background pekerjaan yang dimiliki pada waktu lalu. “ Untuk itu saya akan mengupayakan agar kedepan ada pelatihan atau pembekalan bagi para Kades terpilih,” tukasnya.
Terkait Tahun 2014 yang disebutnya sebagai tahun politik, Bupati meminta kepada 95 Kades yang baru dilantik agar mau membantunya untuk menjaga kondusivitas lingkungan desa masing-masing.
Dan beliau juga meminta minta agar Kades mau menggali potensi yang ada di desa masing-masing demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan tidak berhenti untuk terus belajar, karena belajar adalah salah satu kunci keberhasilan pembangunan.

Selamat Bekerja, Pak Lurah

02/10/13

Kasubag Baru

Rabu, 2 Oktober 2013 Bupati Pekalongan melantik 39 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Di antara yang dilantik tersebut adalah Slamet Siswanto, staf Kecamatan Lebakbarang dilantik menjadi Kasubag Administrasi Umum dan Rumah Tangga Kecamatan Lebakbarang. Seddangkan jabatan Kasubag Program Kecamatan Lebakbarang dipercayakan kepada Ismail Nur Hidayat, yang sebelumnya sebagai staf Bagian Umum Setda Kabupaten Pekalongan.

Kedua jabatan Kasubag di Kecamatan Lebakbarang kosong sejak JUni 2013, karena pejabat yang lama dilantik untuk menjabat di SKPD lain.
Selamat bekerja, selamat membangun Kecamatan Lebakbarang

25/09/13

Penyuluhan dan Kajian Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor

Di depan tenda pengungsi
Badan Penanggulanggan Bencana Daerah / BPBD Kabupaten Pekalongan mengadakan Penyuluhan dan Kajian Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Lebakbarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 20 September 2013 di Aula Kecamatan dan Lapangan Kecamatan Lebakbarang.

Peserta berjumlah 40 orang dari desa, aparat kecamatan dan Puskesmas. Peserta diberikan pengetahuan tentang penanggulangan bencana baik dari sisi kebijakan, mitigasi, dampak dan penanggulangan bencana, pertolongan pertama kedaruratan medis serta mekanisme pengajuan bantuan tidak lupa praktek pasang bongkar tenda pengungsi.
Nara sumber dari Dinsosnakertrans

Peserta mengikuti materi penyuluhan di Aula

Peserta

23/09/13

Mahameru dan Cerita Lebakbarang

Pohon menaungi makam di puncak Mahameru
Lebakbarang pada jaman dahulu bernama Kebakbarang yang artinya sebuah tempat atau lembah yang banyak barang atau benda berharganya.
Diceritakan ketika Keraton Yogyakarta dikuasai oleh Belanda, sehingga Pangeran Diponegoro terusir dari istana dan mengadakan perlawanan terhadap Belanda yang terkenal dengan Perang Gerilya pada Tahun 1825 – 1930. 
Sebelum Belanda menduduki istana, ada prajurit istana berhasil menyelamatkan  benda-benda /barang-barang berharga peninggalan Raja Mataram yang akhirnya dibawa ke Mahameru.
Jalan berundak menuju puncak

Dikisahkan pula bahwa  pendatang yang berasal dari daerah Banjarnegara bernama Ki Kerta Jaya dan Ki Angganaya yang mula-mula membuka hutan menjadi tempat tinggal dan lahan untuk bercocok tanam, namun ada satu batang pohon yang tidak bisa di tebang/ dirobohkan  oleh Ki Angganaya karena pohon itu merupakan tempat berkumpulnya para makhluk halus. 
Maka beliau mengadakan sayembara yang isinya ”Barang siapa yang bisa menebang atau merobohkan pohon tersebut jika perempuan akan dijadikan saudara dan jika laki-laki akan dijadikan menantunya”. 

Akhirnya ada pemuda seorang bernama Ki Semarajaya yang berhasil menebang pohon tersebut. Karena keberhasilannya menghilangkan ranggas atau penghalang beliau mendapat julukan sebagai Ki Rangga Sejati. 

Adapun karena jasa Ki Angganaya beliau diberi gelar oleh masyarakat sekitar dengan julukan Ki Gede Lebakbarang dan sampai sekarang menjadi nama Desa /Kecamatan Lebakbarang.

Ki Kerta Jaya dan Ki Angganaya termasuk prajurit Pangeran Diponegoro, Ki Kerti Jaya pertama kali datang di Lebakbarang pada Tahun 1824 M, yang merupakan orang pertama yang mesanggah di Puncak Mahameru Lebakbarang kemudian disusul oleh keluarganya.

Ki Kerti Jaya dan Ki Angganaya dimakamkan di Puncak Mahameru. Istilah Mahameru berasal dari Aksara Jawa yaitu berasal dari kata ” Mahamara ”  Ma = 16 Ha= 1,  Maha berarti  17 Rakaat.  Ma = 16 Ra = 4, Mara berarti 20 Sifat Wujud Allah. Yang menandakan bahwa yang dimakamkan di puncak Mahameru adalah para Aulia/Wali yang selalu mengamalkan ajaran Islam.
Warga dalam Bersih Makam

Makam itu setiap Bulan Asura dan Bulan Sakban diadakan bersih makam dan selamatan oleh warga sekitar desa Lebakbarang dan juga warga dari luar Desa Lebakbarang.
Makam Ki Kertajaya dan Ki Angganaya

Komplek makam di Puncak Mahameru

Pemandangan jalan menuju makam (tampak dari atas)

Jalan batu berundak, sekarang sudah disemen

22/09/13

Sengkarang, Riak Kehidupan Lebakbarang

Salah satu sungai yang berada di wilayah Lebakbarang adalah Sungai Sengkarang. Daerah aliran Sungai Sengkarang adalah salah satu daerah aliran sungai yang berada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Sungai Sengkarang dengan panjang 51,5 km mengalir dari selatan ke utara dan bermuara di Laut Jawa. Sungai Sengkarang mempunyai dua anak sungai di hulu yang terletak di Kecamatan Petungkriyono dan Lebakbarang. Kedua anak sungai tersebut kemudian menyatu di daerah perbatasan antara Kecamatan Wonopringgo dan Kedungwuni. Bagian hulu Sungai Sengkarang adalah kawasan hutan lindung dan pertanian, bagian tengah Sungai Sengkarang adalah kawasan permukiman, pertanian, pertambangan non mineral, perikanan dan industri, sedangkan bagian hilir Sungai Sengkarang adalah kawasan permukiman dan perikanan.

Sungai Sengkarang di wilayah Lebakbarang masih terbilang terpelihara dengan baik. Kegiatan penduduk di hulu sungai tidak membawa dampak yang begitu merusak. Hal ini berbeda dengan kegiatan penduduk di bagian tengah dan hilir. Dibagian tengah dan hilir, kegiatan rumah tangga dan industri memberikan dampak yang cukup menurunkan kualitas daerah aliran sungai.

Kegiatan memancing menjadi kegiatan yang menarik untuk dilakukan di aliran Sungai ini. Beberapa penduduk di sekitar Kapundutan dan Bantarkulon juga melakukan penambangan pasir. Penambangan dilakukan dengan cara sederhana, sehingga tidak berakibat perusakan yang parah.

Aliran sungai ini juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik bagi desa di sekitar Sengkarang. Aliran listrik PLN hanya menjangkau sebagian kecil desa di kecamatan, sehingga warga banyak mengusahakan listrik dengan mandiri. Dengan kincir yang bikin perorangan atau dengan pembangunan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) dari Bantuan Provinsi yang dikelola oleh desa.

Di Desa Bantarkulon bahkan direncanakan akan dibangun PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro) dengan kapasitas 7 Megawatt yang akan dibangun oleh grup PT Tamaris Hydro. Hasil dari pembangkit ini akan disuplai ke jaringan PLN.

Demikian penting peran Sungai Sengkarang sehingga upaya untuk menjaga kualitas aliran sungai ini perlu mendapat perhatian dari sekarang. Ada gerakan masyarakat yang menamakan Paguyuban Peduli Sengkarang yang mulai memperhatikan persoalan kondisi Sengkarang. Upaya menjaga sungai dari tangan tangan tak bertanggung jawab perlu terus dilakukan dan melibatkan berbagai pihak.
Mancing di Sungai Sengkarang

Ikan dari sungai 

Tempat rekreasi

17/09/13

Karya Bhakti TNI, warga bangun jalan tembus Lebakbarang - Petungkriyono

Jalan yang sudah dilebarkan
Mulai tanggal 9 September 2013 di Desa Wonosido dilaksanakan kegiatan Bhakti Karya TNI. Kegiatan direncanakan berlangsung selam 10 hari.
Beberapa ruas jalan diperkeras 
Kegiatan yang dikerjakan berupa membangun jalan desa yang menghubungkan Desa Wonosido dengan Desa Wonodadi Kecamatan Petungkriyono sepanjang 2 km.
Laki laki maupun perempuan turut serta gugur gunung
Pelaksanaannya melibatkan masyarakat, laki laki dan perempuan antusias untuk mendukung kegiatan ini. Jalan penghubung ini semula jalan setapak. Dipelebar menjadi 3 m.
Mencoba membelah batu di tengah jalan
Pelabaran jalan membebaskan tanah warga dengan cara swadaya. Kondisi yang cukup sulit tidak menjadikan halangan. Termasuk adanya batu batu besar sepanjang pelabaran jalan.
Jalan yang lebar

15/09/13

Hasil Pilkades Bulan September

Tanggal 15 September 2013, di Kecamatan Lebakbarang dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa di tiga desa yaitu Wonosido, Mendolo dan Bantarkulon. Pilkades ketiga desa tersebut diikuti oleh masing masing dua Calon Kades.

Hasil perolehan suara sebagai berikut :

  1. Desa Wonosido dimenangkan oleg Sugito ( Ketela ) 233 suara sedangkan Wahiri memperoleh 47 suara dan suara tidak sah sebanyak 18. 
    Calon Kepala Desa Wonosido 
  2. Desa Mendolo dimenangkan oleg Kaliri ( Padi ) 216 suara sedangkan Rohim memperoleh 213 suara dan suara tidak sah sebanyak 17. 
    Calon Kepala Desa Mendolo
  3. Desa Bantarkulon dimenangkan oleg Cahyusup ( Padi ) 314 suara sedangkan Rochim memperoleh 47 suara dan suara tidak sah sebanyak 73. 
    Calon Kepala Desa Bantarkulon

Pelaksanaan Pilkades berjalan lancar dan aman. Pada bulan September ini sebenarnya ada empat desa yang akan melaksanakan Pilkades, namaun untuk Desa Lebakbarang sampai sekarang belum ada yang mendaftar sebagai bakal calon Kepala Desa.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...